“Aduh, sedapnya lagu yang sedang berkumandang ni, tak pernah dengar pun.”

Monolog hati dalam separuh sedar.Ketika mata masih semahu-mahunya memejamkan diri, terdengar alunan nasyid yang indah irama dan senikatanya.

Azab Ilahi – Irsyadee

(Doa Dalam Bahasa Arab)
(lirik doa dalam bahasa Arab)

Lapangkanlah hatimu dalam musibah
Dan bersabarlah di jalan Allah
Jangan hanya memeluk dunia fana
Yang bersalut dengan dosa

Ingat azab neraka
Akan mengejarmu saat kau mati
Jadi jujurlah harungi hidup ini
Jauhi azab ilahi

Chorus:
Bersyukurlah selalu
Dan jangan ragu
Nescaya jauh azabmu

Terima kasih kepada saudara Jimi yang sengaja memutarkan lagu ini memecahkan hening pagi hari ke 3 Summer Camp IPIJ 2008.Pertama kali mendengar,menusuk ke telinga lalu hinggap di hati.Cinta dari telinga turun ke hati agaknya.Pulang dari program, dicari dan dimuat turun, dimainkannya berulang-ulang.Masih tidak jemu mendengar dan menghayati.

Sesungguhnya setiap yang mengaku beriman akan pasti diuji.Kesusahan, kesakitan, kesempitan sering di anggap itulah ujian.Kesenangan, kebahagian adalah juga ujian di balik nikmat.Ujian pasti datang menduga, hanya terpulang bagaimana kita akan memberi reaksi terhadap ujian yang menimpa.

Adakah kesedihan akan membawa kemurungan dan memencilkan diri? Kegembiraan akan membuat manusia lupa diri? Sesungguhnya kebijaksanaan menilai dan bertindak yang sebaiknya terhadap suatu ujian itulah nilai sebenar kesabaran.

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakanNya dan diberiNya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku.”Adapun apabila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rezekinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”

( Al-Fajr : 15-16 )

“Ya Allah, ketika diri ini dilambung onak kesusahan dan kesempitan, kau lapangkan dan tabahkanlah hati ini menghadapinya. Janganlah Engkau jadikan diriku ini hambaMu yang berpaling dariMu ketika saat Kau menguji diri ini.Ya Allah, kau berikanlah kekuatan dan kurniakanlah kesabaran di jalanMu.”

Seeru ‘ala Barakatillah.